Mobile Apps Consultant, Business Analyst, and Strategic Planner on Crocodic Studio – Jakarta – Semarang – PT. Taman Media Indonesia

Pengertian dan Mekanisme Dasar Proses Defrag OS

By on January 19, 2012 in Computer, Fun, Linux, Mac, News, Tips and Trick, Windows with 2 Comments

harddisk

Defrag memiliki pengertian sebagai mekanisme fragmentasi file sesuai dengan alfabet, digit, deret, cluster tertentu sesuai dengan kapasitas hard disk, supaya file lebih rapi.

 Defrag merupakan mekanisme fragmentasi file sesuai dengan alfabet pada digit dan deret cluster tertentu sesuai dengan kapasitas hard disk, dan juga sesuai dengan merk hard disk, wpcom hard disk, cluster harddisk, itulah sebenarnya pengertian dan konsep dasar defrag pada OS Operating System yang sebenar-benarnya.

Proses defrag sendiri memiliki mekanisme inti yaitu merapikan fragmen susunan file sesuai dengan alfabet file, tanggal dan waktu file pada saat dibuat maupun dihapus, dan menempatkannya pada sector dan cluster yang yang sesuai dengan jenis fragmentasinya. Dan biasanya ditempatkan dalam bentuk dan dimensi silindris, memusat pada sectoral harddisk sehingga data akan lebih mudah dibaca oleh OS Operating System dari Berbagai Platform.

Memanfaatkan fasilitas defrag baik dari bawaan OS maupun dari source lain, sebenarnya memiliki manfaat yang positif, yaitu kita bisa mempelajari bagaimana struktur dasar pembacaan dan penulisan file pada storeage / media penyimpanan data. dengan mengatahui dan mempelajarinya maka kita akan mengetahui dengan sendirinya impact dan dampak yang lebih luas bagi PC yang digunakan dengan menggunakan OS dari berbagai Platform.

Bagian inti dalam harddisk (Piringan keping magnetis) :

  • Track secara sederhananya adalah lintasan harddisk, jika diilustrasikan pada buku tulis, maka track adalah garis, tempat dimana pijakan anda menulis huruf.
  • Sector adalah jumlah lintasan yang terdapat dalam sebuah track. (Sector per track)
  • Cluster adalah banyaknya lintasan yang terdapat dalam sector. (Cluster per sector).

Mekanisme sederhana pada saat hardisk bekerja : File yang anda punya tersimpan secara induktif (induksi magetic) pada kepingan/piringan harddisk di Cluster. Induksi ini akan diidentifikasikan oleh firmware bios yang ada diharddisk sebagai register, Dan register-register ini akan diidentifikasikan oleh OS (Operating Sistem) sebagai data maupun aplikasi yang biasa anda gunakan sehari-hari.

Semakin HDD berukuran besar, Maka Track Sector dan Cluster akan semakin detail, dalam menampung data-data dan register dan tentunya membutuhkan RPM atau kecepatan akses yang lebih tinggi.

Manfaat melakukan defrag / defragmentasi Harddisk :

  • 1. Mempercepat proses pembacaan data dari storeage dalam hal ini hardisk, karena dengan defrag makan file akan tersusun terpusat dan shorted / tersortir sesuai dengan digit alfabet.
  • 2. Memastikan file yang bisa digunakan / operasional dan file yang telah corrupt karena berada pada sector yang telah Bad.
  • 3. Melakukan scandisk hardisk secara non-direct, karena sebenarnya sebelum proses defrag, HDD akan discandisk terlebih dahulu, untuk memastikan validitas dan verifikasi cluster.
  • 4. Mempermudah pencarian file (Search File) karena dengan defragmentasi maka file akan tersusun urut sesuai dengan waktu, tanggal, susunan huruf secara alfabet.

Selain manfaat diatas, defrag juga memiliki dampak yang perlu diperhatikan yaitu :

  • 1. Bisa menurunkan kecepatan putar / rotasi kepingan hardisk. (RPM) Rotations Per Minute. Pernahkah anda merasakan, bahwa anda memiliki harddisk besar ber-giga-giga dengan RPM tinggi misalkan 7200Rpm, dengan banyak file didalamnya tetapi terasa sangat lamban seperti HDD 5400Rpm?
  • 2. Bisa mengurangi umur harddisk karena HDD akan lebih cepat panas.
  • 3. Bisa menimbulkan Bad Shadow (Bad Marking). Karena proses defrag akan meneliti dengan detail kondisi cluster pada sector HDD, pada realitanya jika ada cluster yang sedikit saja susah terbaca saat proses defrag, bisa di Marking BAD oleh defragmenter, meskipun bisa di eksplore sebelumnya.
  • 4. Bisa mempengaruhi firmware HDD. Setiap HDD memiliki board, dan setiap board HDD memiliki Chipset, dan setiap chipset memiliki bios atau firmware yang berisi track register, Pada saat defrag HDD tidak hanya menata file pada piringan magnetis induksi saja, tapi secara software akan mengecek posisi register, Posisi register yang berubah-rubah bisa mempengaruhi Firmware, karena aktifitas ini akan membuat chipset panas, jika konduktor panas, akan mengakibatkan pemekaran jalur konduktor, dengan pemekaran tersebut bisa mengakibatkan konsleting (meskipun dalam ukuran sangat kecil). Jika konslet terjadi maka pembacaan register akan berbeda dengan file aslinya. Kerusakan ini bisa dilihat saat booting/start-up.

Sebaiknya jika anda memiliki HDD yang berukuran besar dan memiliki file yang jumlah filenya banyak dan berukuran besar, Maka lakukan defrag seperlunya saja, jangan terlalu sering. Lebih baik jika ingin cek, gunakan scandisk saja, karena aktifitas ini di HDD lebih ringan dibanding dengan defrag, Proses defrag tidak hanya men-scandisk HDD saja, tapi melakukan pembacaan (read) dan penulisan (write) file dengan Squence seek yang berulang ulang sampai mencapai kapasitas dan jumlah file yang tersimpan dalam harddisk anda.

SUMBER

Tags: , , , , , , , , ,

About the Author

About the Author: Krida Pandu Gunata a.k.a pandu32 mulai mengenal dunia IT sejak tahun 2007. Belajar tentang Linux dan Open Source secara autodidak, dan sekarang fokus ke dunia Bisnis Mobile Apps Android dan iOS .

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

There Are 2 Brilliant Comments

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. wahyu says:

    berarti defrag akeh negatif’e yo ?

Leave a Reply

Top