Mobile Apps Consultant, Business Analyst, and Strategic Planner on Crocodic Studio – Jakarta – Semarang – PT. Taman Media Indonesia

Passion atau Uang?

By on November 20, 2013 in Internet, Motivasi, Social Networking with 2 Comments

20131120-073609.jpg

Mana yang harus didahulukan, passion atau uang? Topik tersebut selalu menjadi perdebatan yang menarik dan tidak punya jawaban yang benar atau salah.

Tapi seperti yang pernah saya ungkapkan di Twitter, saya percaya bahwa entrepreneur harus mendahulukan passion. Perusahaan pertama saya (sebuah bisnis pendidikan) berdiri karena motivasi saya terhadap uang. Harus saya akui, saya tidak benar-benar mempunyai passion untuk mendidik generasi muda. Secara finansial, perusahaan ini berjalan dengan bagus, tapi saya tidak puas dengan hasil kerja saya. Setelah berjalan lima tahun, saya meninggalkan dan menjual bisnis tersebut. Saya pun lega.

Saya tidak mengerti apa yang salah sampai akhirnya saya mulai tertarik dengan media digital. Blog ini dimulai sebagai hobi sebelum akhirnya menjadi blog yang serius. Kami berganti fokus berberapa kali. Saya tidak ingin menetap pada sesuatu yang tidak menarik bagi saya. Saya terus mencari fokus yang tepat. Untungnya saya menemukannya. Bisa mendalami, mempelajari, dan membahas teknologi dan startup di Asia ternyata sangat menyenangkan dan menarik. Hal ini benar-benar menjadi passion saya.

Passion meningkatkan “kualitas hidup” seorang entrepreneur. Bekerja 16 jam per hari tidak masalah, jika Anda memang melakukan sesuatu yang benar-benar Anda sukai; jika Anda percaya bahwa Anda menciptakan nilai nyata untuk orang-orang. Passion membuat entrepreneur terus maju dan juga membuat timnya terus maju. Passion itu menular dan akan menyebar ke anggota tim. Founder akan menginspirasi anggota timnya yang juga akan menginspirasi anggota tim baru. Jika passion hilang, ini akan membuat hidup lebih berat dan kurang berwarna. Budayanya tidak akan lengkap. Pengguna dan pelanggan Anda juga tidak akan merasa bahwa produk Anda menawarkan sesuatu yang tulus. Passion itu tidak terlihat dan tidak pula terukur tapi merupakan bagian penting yang membuat sebuah startup lancar dan “bersenjata lengkap”.

Saya juga seorang realis. Passion memang tidak bisa memberi Anda makan. Kita semua harus mencari uang untuk membiayai pengeluaran kita. Uang memang penting. Tapi mencari uang tanpa passion itu benar-benar membosankan. Dan mungkin Anda tidak bisa menghasilkan uang tanpa menjadi passionate terlebih dahulu tentang produk Anda. Pelanggan tidak akan mempercayai Anda. Memang ada saat dimana uang mengalahkan passion. Tapi biasanya itu terjadi pada tahap akhir sebuah siklus startup, ketika passion Anda sudah mati dan ada uang untuk diambil, exit, lalu menikmati hidup. Tapi sebagai entrepreneur pemula, saya percaya bahwa passion harus menjadi titik awal. Ini adalah bahan bakar untuk membuat entrepreneur terus maju. Jika Anda belum menemukan passion Anda, teruslah mencari. Sebagaimana yang dikatakan mendiang Steve Jobs:

Anda sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

— Steve Jobs’ 2005 Stanford Commencement Address.

Sumber : Tech in Asia Indonesia

Tags:

About the Author

About the Author: Krida Pandu Gunata a.k.a pandu32 mulai mengenal dunia IT sejak tahun 2007. Belajar tentang Linux dan Open Source secara autodidak, dan sekarang fokus ke dunia Bisnis Mobile Apps Android dan iOS .

Subscribe

If you enjoyed this article, subscribe now to receive more just like it.

There Are 2 Brilliant Comments

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. fadiLYSW says:

    wih keren gan,:D
    menginspirasi bangett (y)

Leave a Reply

Top